Jumat, 13 Desember 2019

Pengen Berasa di Zaman Majapahit dan Singosari? Lembah Tumpang Malang Tempatnya



Pengen Berasa di Zaman Majapahit dan Singosari? Lembah Tumpang Malang Tempatnya.
Nuansa wisata mirip zaman dahulu saat ini sangatlah sulit di temukan, entah kenapa negara kita ini lebih suka kebarat-baratan termasuk membangun wisata sampai wisata bernuansa zaman dahulu sangat jarang di temukan. Lembah Tumbang Malang ini salah satu wisata yang bakal membuat anda serasa di jaman dahulu, Sejumlah patung berbentuk arca di Lembah Tumpang, destinasi wisata di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Lembah Tumpang merupakan destinasi wisata baru di Kabupaten Malang tetapi dengan nuansa lokal jaman dahulu.

Di lokasi ini, dibangun candi replika untuk mengembalikan kembali nuansa kejayaan Kerajaan Singosari dan Majapahit. Candi dibangun di atas lahan seluas 8 hektar. Salah satu yang dibangun adalah Candi Kito. Candi ini tampak gagah dengan puluhan patung berupa arca yang mengelilinginya sehingga anda benar-benar merasa di zaman kerajaan dahulu kala saat berada di samping-samping patung ini.

Baca juga: Wisata Eling Bening Semarang
Baca juga villa terbaik di semarang: Residence Bukit Jaya Apartemen Dekat UNDIP

Alamat Lembah Tumpang


Sedikit cerita di atas mengenai candi tersebut, pasti anda penasaran dengan lokasi lembah tumpang tersebut, untuk lokasi Candi berada di tengah Lembah Tumpang, destinasi wisata baru di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Meski repelika, candi dan ratusan arca itu tak ubahnya seperti candi dan arca yang sesungguhnya. Sangat luar biasa bukan konsep yang di miliki oleh otak dari sang perencana pembuat wisata tersebut?

Keberadaan candi ini dikelilingi oleh taman. Sedangkan lorong yang ada di sela taman itu dihias dengan repelika arca yang berjejer di sepanjang jalan. Di lokasi itu juga terdapat bangunan yang arsitekturnya mirip dengan bangunan lama.

Sungai kecil mengalir di lembah yang diapit oleh tebing yang rimbun dengan pepohonan. Keberadaan sungai itu menambah asrinya nuansa alami. Di bagian belakang, berdiri repelika arca dengan ukuran besar yang diberi nama Arca Suhartini.

Arca itu dibangun di ketinggian yang di belakangnya terdapat tebih yang hijau. Untuk mencapai arca tersebut, dibangun anak tangga. Tidak jauh dari arca, berdiri repelika Candi Borobudur. Di lokasi itu juga terdapat kolam renang yang juga dikelilingi oleh patung.

Di salah satu sudut tebing yang di bawahnya terdapat kolam ikan, berdiri patung seorang puteri dengan mahkota di kepalanya. Seluruh replika itu membuat kawasan tersebut seperti kota masa di lalu.

Otak sekaligus Pemilik Lembah Tumpang, Yogi Sugito mengatakan, lokasi wisata itu dibangun dengan konsep kejayaan kerajaan masa lalu.

Candi Kito, salah repelika candi di Lembah Tumpang, destinasi wisata di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Yakni Kerajaan Singosari yang berpusat di Malang dan Kerajaan Majapahit yang menguasai Nusantara.
Awalnya lembah itu tidak berfungsi. Pemilik lahan tidak bisa memanfaatkannya karena berlumpur.

Foto-foto wisata Lembah Tumpang










Yogi mulai membangun kawasan lembah itu pada awal tahun 2015. Tiga tahun kemudian, kawasan itu dibuka untuk wisatawan. Meskipun pembangunan di kawasan wisata itu masih berlangsung. Meski masih baru, kawasan itu sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi wisata lembah tersebut. Saat memasuki Desa Slamet di Kecamatan Tumpang, pengunjung akan dipandu dengan petunjuk jalan.

Lokasi wisata berada sekitar 2 kilometer dari arus utama Kecamatan Tumpang.


HRD Lembah Tumpang, Wahyu Dwi mengatakan, lokasi wisata itu menyajikan suasana yang tenang dengan nuansa kerajaan yang diapit oleh tebih dengan pepohonan yang rindang. Lembah Tumpang memang buat penasaran. Letaknya terpencil, tapi tempatnya luas luar biasa, Harga tiket masuk ke lokasi itu sebesar Rp 60.000. Pengunjung dibebaskan untuk menikmati fasilitas yang ada di kawasan tersebut.
Disqus Comments